Ribuan Warga Terima Sertifikat 1Kantor pertanahan (BPN) Kabupaten Grobogan membagikan lima ribu bidang sertifikat tanah se-Kabupaten Grobogan. Pembagian sertifikat tanah diberikan kepada 24 Desa di 14 Kecamatan. Secara simbolis penyerahan sertifikat diberikan secara langsung kepada warga oleh Wakil Bupati Icek Baskoro SH, di aula Kecamatan Godong.

Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Grobogan Sumral Buru Manoe mengungkapkan selama tahun 2012 ini, telah selesaikan sertifikat tanah PRONA 5 ribu sertifikat dari permohonan warga. Untuk pembagiannya setengah atau 2.500 sudah diberikan pada Bulan September lalu,” kata Sumral Buru Manoe disela-sela membagikan sertifikat.

Lebih lanjut, Sumral menuturkan selama tahun 2012, BPN Grobogan telah memberikan pelayanan sertifikat sebanyak 7.640 bidang. Terinci 1.750 bidang sertifikat tanah rutin peroarangan, 185 sertifikat tanah massal swadaya 185 bidang, 5.000 sertifikat tanah PRONA, 100 bidang sertifikat tanah usaha kecil menengah (UMKM), 250 bidang sertifikat tanah masyarakat berpenghasilan rendah dan 60 bidang sertifikat tanah asset pemerintah.

”Selain itu, juga ada 1 sertifikat tanah wakaf, 100 bidang sertifikat tanah larasita, 14 bidang sertifikat tanah badan hukum swasta dan 1 bidang sertifikat tanah sosial keagamaan. Sementara tahun 2013 mendatang kami juga akan menerbitkan 10 ribu sertifikat massal,” terang dia.

Sumral menghimbau masyarakat agar memperhatikan pengurusan sertifikat tanah supaya ke depan tidak menjadi permasalahan serius. Sebab, sengketa, perkara dan konflik pertanahan merupakan masalah kompleks dan laten yang harus secepatnya diselesaikan. Sengketa pertanahan yang berlarut-larut sudah pasti akan merugikan semua pihak.

Wakil Bupati Icek Baskoro SH, berpesan, kepada yang sudah mendapatkan sertifikat supaya disimpan dengan baik. Karena dengan sertifikat memiliki dasar hukum. Maka bagi warga tanah yang belum mensertifikatkan tanahnya supaya segera dilakukan proses sertifikat. Tetapi jangan salah karena sertifikat menjadi dasar hukum, tentu prosesnya harus berdasarkan data yang jelas.

”Sehingga bila nanti ada kesalahan nama atau data tentang sertifikat tanah, jangan dirubah sendiri. Tetapi harus dibetulkan di kantor BPN yang sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Wabup juga berpesan kepada warga yang menerima jangan tergiur ajakan atau rayuan oknum, kalau tanah yang dimiliki oleh masyarakat bisa langsung disertifikatkan. Sebaliknya, bila sudah benar menjadi hak milik, agar dijaga dan disyukuri sehingga bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.

”Kalau punya usaha, sertifikat bisa dijaminkan ke bank untuk modal. Karena bisa menambah kesejahteraan dan tentu dilakukan pada kondisi yang bernar-benar diperlukan,”tambah Icek.

Salah satu warga yang menerima sertifikat Yanto, 35 warga Kecamatan Klambu mengaku senang dengan adanya program pembuatan sertifikat massal ini. Sehingga sawah, rumah dan tanahnya bisa mendapatkan serfikat secara resmi dan prosesnya mudah.

”Alhamdulilah mas, sekarang sudah dapat sertifikat tanah secara resmi. Sehingga tanah saya sudah ada jaminan untuk kepemilikan tanah,” ujar dia.